Wisata Halal dan Bandara, Prospek Kerjasama Jabar-Shizuoka

 

SHIZUOKA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) menginisiasi jalinan kerjasama pengembangan wisata halal dengan Pemerintah Prefektur Shizuoka di Jepang. Pariwisata halal dinilai sebagai gaya berlibur yang kian diminati dan dibutuhkan wisatawan muslim, termasuk wisatawan lainnya yang mendambakan wisata ramah keluarga.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyambut baik rencana Pemerintah Prefektur Shizuoka untuk mempelajari kebutuhan muslim dalam berwisata. Pihaknya pun mengapersiasi niat Shizuoka untuk membangun musala di Bandara Mount Fuji Shizuoka dan pengembangan pariwisata halal di Shizuoka.

“Semoga kerja sama ini bisa dikembangkan ke berbagai sektor dengan Shizuoka. Di antaranya untuk penerbangan dari Kertajati ke Shizuoka,” katanya seusai acara makan malam bersama Gubernur Prefektur Shizuoka, Heita Kawakatsu di Century Hotel Shizuoka, Rabu (1/11/17) waktu setempat.

Selama ini diketahui, Shizuoka menjadi kawasan penghasil teh, sayuran, dan buah, di Jepang. Selain menu vegetarian, Jepang yang memiliki berbagai resep olahan ikan pun dapat menjadi alternatif makanan halal.

Peluang bisnis dengan menciptakan pariwisata halal di Shizuoka, katanya, semakin terbuka lebar dengan kerja sama yang akan dilakukan dalam progran sister province tersebut antara Shizuoka dengan Jawa Barat. Berbagai kerja sama dengan Jawa Barat dinilai akan meluaskan hubungan Shizuoka dengan masyarakat dan wisatawan muslim.

Terungkap dalam pertemuan, sektor pariwisata lokasi Gunung Fuji ini sedang berkembang pesat. Jumlah hotel di Shizuoka sendiri jumlahnya di atas 3.000, melebihi jumlah hitek di Ibukota Jepang Tokyo.

Gubernur Prefektur Shizuoka, Heita Kawakatsu, mengatakan awalnya Pemerintah Prefektur Shizuoka menjalin komunikasi dengan Shizuoka Muslim Association (SMA), yakni persatuan komunitas muslim di Shizuoka, untuk mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan gaya hidup muslim.

Heita mengatakan pihaknya mendapat banyak informasi dari SMA mengenai kebutuhan-kebutuhan warga atau wisatawan muslim saat berlibur. Karenanya, pihaknya pun segera mewujudkan sejumlah fasilitas untuk para wisatawan muslim di Shizuoka.

“Pertama, kami akan membangun ruang ibadah (musala) di Mount Fuji Shizuoka Airport,” kata Heita.

Heita mengatakan pihaknya pun telah menyosialisasikan syarat-syarat makanan dan minuman halal kepada para pengusaha tempat makan atau restoran di Shizuoka. Mereka didorong untuk menyajikan berbagai makanan halal dan mempromosikannya.

BIJB dan Mount Fuji Shizuoka Airport Jajaki Kerjasama

Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) menjajaki kerja sama dengan Mount Fuji Shizuoka Airport. Pertemuan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BIJB, dengan Mount Fuji Shizuoka Airport tersebut digelar di bandara yang menghadap langsung ke Gunung Fuji, gunung tertinggi dan ikon Jepang tersebut.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan berharap keeratan hubungan antara Jawa Barat dan Shizuoka, salah satunya menghasilkan pembuatan rute penerbangan BIJB-Shizuoka.

“Kami berharap ada penerbangan langsung dari Shizuoka ke Jabar dan sebaliknya, supaya bisa dipakai juga untuk pemasaran produk kedua wilayah. Ini juga bisa memperluas banyak kerja sama di bidang pariwisata,” katanya.

Aher mengatakan banyak hak yang dapat dikerjasamakan dengan Shizuoka, mulai dari pendidikan, budaya, ekonomi, perkebunan, ketahanan pangan, sampai pariwisata. Kerja sama ini akan semakin erat jika dihubungkan melalui rute penerbangan kedua bandara.

Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra, mengatakan Mount Fuji Shizuoka Airport masih melakukan perluasan terminal penumpang internasional, area komersial, dan fasilitas penumpang lainnya, termasuk musala.

Walaupun jumlah penumpang yang datang dan pergi dari bandara tersebut masih terbilang sedikit, Virda melihat potensi kargo atau angkutan barang dari bandara tersebut untuk dikerjasamakan dengan BIJB di Majalengka.

“Kalau dilihat kondisi saat ini, Bandara Shizuoka belum agak besar, untuk potensi direct flight dadi BIJB masih agak berat. Artinya BIJB kemungkinan besar yang akan ada adalah penerbangan dengan Bandara Haneda di Tokyo. Kalau sudah diperluas, kemungkinan bisa dengan BIJB,” kata Virda dalam pertemuan yang diselenggarakan pada Kamis (2/11/17) tersebut.

Bandara tersebut rencananya diperluas dari 12.093 meter persegi jadi 17.900 meter persegi. Rute penerbangan yang biasanya satu jam satu penerbangan pun bisa jadi satu jam tiga penerbangan. kapasitas terminal penumpang dan komersial pun lebih besar, dengan pebambahan musala.

“Yang sangat mungkin untuk dikembangkan adalah kargo. Bandara ini bisa kargo sampai 1.200 ton. Itu besar sekali. Sedangkan di Jabar juga banyak industri asal Jepang, yang kalau kegiatan ekspor pasti akan lewat BIJB. Dan Gubernur Shizuoka bilang memang Shizuoka ini gudangnya industri juga,” katanya.

Secara lebih luas, katanya, Jepang dapat bekerja sama dengan BIJB untuk pengembangan kawasan aerocity yang memiliki logistic park untuk kargo dan pergudangan. Di BIJB juga ada kawasan Aerospace Park, Energy Centre, Business Park, Creative Centre, dan kawasan residensial, yang semuanya ada dalam lahan seluas 3.480 hektare.

Manager Mount Fuji Shizuoka Airport, Kakesawa, mengatakan berharap bisa menyelenggarakan direct flight dari Shizuoka ke BIJB. Dengan demikian, Jawa Barat akan menjadi daerah pertama di Asia Tenggara yang melakukan direct flight ke Shizuoka.

“Bandara ini menjadi istimewa karena dari bandara ini langsung terlihat Gunung Fuji. Menjadi gerbang ke Shizuoka,” kata Kakesawa.

Kakesawa pun menyatakan keseriusan pihaknya untuk membangun musala dalam proyek perluasan bandara tersebut untuk bisa melayani penumpang muslim dari berbagai negara dan mendorong pariwisata halal di Shizuoka.

HUMAS JABAR