Surabaya – Hari ini tahun ajaran baru sekolah dimulai. Baik sekolah Playgrup (PG), Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD). Sebagai orang tua, rata-rata mereka rela mengantar anak-anaknya masuk sekolah.

Di SDN Ngelom dan MI Bahauddin Sepanjang, Sidoarjo. Para orangtua terlihat berada di luar gerbang menunggu anak-anaknya yang baru masuk sekolah. Tampak pula beberapa anak menangis karena melihat ibunya di luar pagar.

“Ikut mama pulang, nda mau sekolah,” kata seorang pelajar SDN Ngelom, Zizi (6) merengek minta pulang kepada gurunya, Misbah (32).

Sang ibu yang biasa dipanggil Iis (34) mengaku sejak pagi anaknya semangat berangkat ke sekolah dan sarapan. Namun setibanya di sekolah, anaknya malah merengek minta pulang. “Ikut mama saja pulang, nda mau kalau mama ndak ikut masuk,” cerita ibu yang berhijab ini kepada detikcom, Senin (17/7/2017).

Namun, meski jarak rumah dan sekolahnya hanya 500 meter, pantang baginya membawa anaknya pulang. “Ndak saya manjain, nanti besok besok nangis minta pulang,” tambah Iis.

Sementara Narti warga Surabaya yang rumahnya di kawasan Jelidro, Kecamatan Sambikerep menuju ke SDN Tandes, yang jaraknya sekitar 3 Km. Dia dan Ari, suami mengantar anaknya sekolah mengendarai sepeda motor.

“Saya sama suami mengantar anak saya ke sekolah di SDN Tandes Kidul II. Sekalian pingin tahu anaknya nangis apa tidak, alhamdulillah anaknya tidak cengeng,” kata Narti, wali murid Tasya kepada detikcom, di kompleks SDN Tandes, Jalan Tandes Lor, Kecamatan Tandes, Senin (17/7/2017).

 
Narti beralasan menyekolahkan anaknya ke SDN Tandes Kidul II yang jaraknya 3 Km, karena dirinya belum tentu tinggal selamanya di Jelidro. “Saya kos di Jelidro. Belum tentu nanti saya tinggal di sana terus,” ujarnya.

Ia menambahkan, memilih ke SDN Tandes Kidul Ii, karena keluarganya memiliki identitas kependudukan sebagai warga Tandes Kidul Gg VI.

“KTP masih alamatnya di Tandes,” terangnya.

Setiap hari, Narti dan Ari yang bekerja di kedai kopi di kawasan Manukan ini, berusaha mengantar jemput anaknya ke sekolah selama seminggu.

“Ini kan awal masuk sekolah. Nanti paling seminggu diantarkan. Selanjutnya nanti menggunakan antar jemput,” tambah Ari, yang ikut mengantarkan anak dan istrinya di SDN Tandes Kidul II.

Selain pasangan Narti dan Ari, hari pertama sekolah banyak orang tua, terutama ibu-ibu juga mengantar anaknya sekolah. Namun, mereka tidak bisa menemani anaknya hingga masuk kelas. Dan hanya menunggu di luar pintu gerbang. Para wali murid pun hanya bisa menyaksikan anaknya di luar pagar yang terkunci.

Sedangkan para siswa mulai dari kelas I sampai VI, tampak berdiri di halaman sekolah. Pihak sekokah memperkenalkan satu per satu para guru kelas I SD hingga wali kelas.

Sementara Ketua Komisi Pelindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam Sholeh melalui whatsapp (WA) ke detikcom, menyampaikan pesan kepada orang tua, untuk mengantarkan anaknya ke sekolah di hari pertama.

“Ayo kita antar anak kita ke sekolah di hari pertama sekolah ini. Semoga menjadi hari indah dan terbangun keakraban dengan anak,” jelas Niam.
(roi/fat)

 

Sumber : https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-3562434/serba-seri-hari-pertama-masuk-sekolah

Sumber foto : Rois Jajeli