Sepuluh Mojang Geulis Jawa Barat Ikut Kampanyekan Citarum Harum
Humas Jabar
Lintas Jabar

Sepuluh Mojang Geulis Jawa Barat Ikut Kampanyekan Citarum Harum

Admin
07 May 2018
73
0

Sepuluh orang finalis Miss Grand Jawa Barat melakukan kampanye Citarum Harum di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, Jumat (4/5/2018). Mereka memungut sampah dan juga menanam pohon.
Kedatangan mereka disambut oleh kesenian lengser dan ratusan warga. Tanpa memakai make up yang berlebihan, para mojang geulis itu datang dengan mengenakan pakaian kaos, celana jeans dan sepatu sport.
Mereka lalu menanam pohon. Ada ratusan pohon yang akan ditanam di sepadan Sungai Citarum. Namun hanya tiga pohon berjenis leci, lengkeng dan rambutan yang langsung mereka tanam. Tanpa canggung, mereka menancapkan pohon di pohon yang disediakan. Karena cuaca pagi itu panas, sesekali mereka menggunakan topi untuk menghindari sengatan sinar matahari.
Usai melakukan penanaman pohon, para finalis Miss Grand Jabar ini langsung memunguti sampah yang berserakan di sepadan Sungai Citarum. Pemungutan sampah itu dilakukan bersama Anggota Karangtaruna Desa Sangkan Hurip Katapang. Dengan menggunakan sarung tangan, satu persatu sampah plastik yang menumpuk di pungut dan dimasukan ke dalam karung.
"Saya senang datang ke sini dan langsung aksi peduli Citarum. Semoga dengan aksi yang kita lakukan ini, bisa disebarluaskan ke banyak orang dan banyak orang lebih sadar dan peduli Sungai Citarum," kata salah satu finalis Mentari Novel (25).
Dara kelahiran Kabupaten Sukabumi itu mengungkapkan sejak menjadi perhatian pemerintah pusat saat ini kondisi Sungai Citarum lebih baik. Meski demikian sampah dan limbah masih ada.
"Kita masih harus terus melakukan sesuatu agar Citarum ini menjadi lebih bersih dan bisa dijadikan sebagai obyek wisata. Ini potensi banget untuk wisata, ini harus kita perbaiki sampai Citarum bersih," ungkapnya.
Selain Citarum Harum, mereka juga memiliki slogan 'Citarum Geulis' yang berarti Sungai Citarum yang Cantik setelah dijaga dan dibersihkan oleh seluruh elemen masyarakat.
"Citarum Geulis ini slogan kita. Citarum kita jaga dan gelorakan, karena kita ingin Citarum ini bersih dan Cantik agar bisa kita nikmati keindahannya," jelas Mentari yang merupakan lulusan sarjana di Universitas Indonesia, Jurusan Hubungan Internasional.
Finalis lainnya, Febrika Intan Elmona (24) perwakilan dari Bekasi berujar dengan terjun langsung ke Sungai Citarum sebagai bentuk aksi nyata yang dilakukan warga Jabar terhadap Sungai Citarum.
"Kami benar-benar bisa melihat keadaan Sungai Citarum. Di sini kami berbagi pengalaman dan ilmu tentang Sungai Citarum, kami benar-benar melihat Citarum yang biasanya dilihat di berita. Sekarang benar-benar bisa lihat dan berbaur dengan masyarakat yang tinggal didekat aliran Sungai Citarum," ujarnya.
Ia berharap, ke depannya para Finalis Miss Grand Jabar 2018 memiliki bagian dan andil yang besar untuk penanganan Sungai Citarum dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat. "Mari kita jaga Sungai Citarum, sekaligus berperan menjaga kebersihannya," sambungnya.
Setelah melakukan penanaman dan pemungutan sampah, dua orang perwakilan finalis Miss Grand Jabar 2018 menaiki perahu karet untuk mengintari Sungai Citarum Citarum dan melihat langsung kondisi air Citarum saat ini.
Ketua Komite Seni Budaya dan Penasehat Miss Grand Jabar Herdiawan mengatakan para finalis Miss Grand Jabar 2018 nantinya akan mewakili Jabar di level Asia Tenggara.
"Tema yang diemban kali ini, stop peperangan, kekerasan dan jaga lingkungan. Untuk itu Citarum bersama TNI menjaga Citarum, kita ingin membawa Miss Grand ini betapa Citarum ini menjadi urat nadi warga Jabar bahkan Indonesia," jelasnya.
Dansektor VII Citarum Harum Kol Kav Purwadi mengatakan kondisi Citarum sudah lebih baik. Menurutnya pada Maret 2017 lalu Sungai Citarum di nobatkan sebagai sungai terkotor nomor dua di dunia.
"Saat ini sudah tiga bulan lebih, kami sudah lakukan sosialisasi, mengubah kebiasaan masyarakat dengan tidak membuang sampah ke sungai. Sampai saat ini, untuk hulu dan anak Sungai Citarum sudah terbebas dari sampah. Tapi untuk limbah sampai saat ini belum (terselesaikan),

Sumber : Disparbud.jabarprov.go.id

Komentar


Tambah Komentar

Email anda tidak akan dipublikasikan

;