Prosesi Puncak Seren Taun Cigugur Kuningan
Humas Jabar
Lintas Jabar

Prosesi Puncak Seren Taun Cigugur Kuningan

Admin
04 September 2018
380
0

Humas Setda-Seren taun merupakan gelaran budaya tradisional masyarakat agraris Sunda yang masih dilaksanakan oleh masyarakat adat di Kelurahan/Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Pelaksanaan seren Tahun yang sudah menjadi agenda tahunan ini, dilaksanakan di Paseban Cigugur Kuningan. Kamis (3/9/2018).

Bupati Kuningan Acep Purnama menyatakan, di samping sebagai aset di bidang kepariwisataan, Seren Taun punya nilai tinggi bagi Kabupaten Kuningan yang sangat kaya warisan kebudayaan. “Tan Hana Nguni Tan Hana Mangke, kalau tak ada masa lalu, tak ada masa sekaarang,” kata Acep Purnama.

Acep juga menegaskan, Kecamatan Cigugur merupakan miniatur dari Indonesia. “Beragam etnis suku dan agama ada di sini. Karena itu, perbedaan bukanlah sebuah hambatan, tapi sebuah khasanah, keindahan yang harus kita hormati,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Yayasan Tri Mulya Tri Wikarma yang juga Ketua Pelaksana acara Seren Taun masyarakat Sunda Wiwitan Cigugur, Dewi Kanti mengatakan, masyarakat adat sunda Cigugur bertekad terus melestarikan dan melakukan upaya perlindungan terhadap hukum-hukum adat warisan dari para leluhurnya.

“Seperti filosofi Prabu Niskala Wastu Kancana menyebutkan, pakena gawe rahayu pikeun heubeul jaya dina buana, berbuat baiklah agar lama jaya di dunia. Kebaikan sosial yang berdampak bagi masyarakat banyak itulah yang diajarkan dalam Tradisi Seren Taun,” kata Dewi Kanti.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, dunia saat ini terus berubah dengan sangat cepat, namun bukan berarti perubahan itu mencerabut adat istiadat yang kita miliki bersama. Ketahanan kebudayaan penting dirawat karena selain memiliki keragaman budaya tinggi, juga dapat mempersatukan bangsa dari perbedaan budaya menjadi satu rasa persatuan untuk NKRI.

“Saya mengapresiasi masyarakat Sunda Wiwitan, dan keluarga Sunda secara keseluruhan, dapat terus menjaga budaya dan sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan,” kata Moeldoko sembari menyampaikan salam hormat dan ucapan selamat dari Presiden Jokowi kepada masyarakat Kuningan yang tengah berbahagia merayakan tradisi Seren Taun.

Secara khusus Moeldoko menilai tema Seren Taun kali ini, ‘Memperkokoh Adat Untuk Memperkuat Karakter Bangsa’ sangat kontekstual di tengah masyarakat yang berubah dan sesuai dengan nilai Pancasila.

“Kita jangan lagi bicara minoritas dan mayoritas. Sepanjang masih bicara minoritas dan mayoritas, bangsa ini tak akan pernah selesai dalam membangun kebangsaannya. Sebaliknya, kembangkan semangat gotong royong untuk membangun bangsa,” ungkap Moeldoko yang juga  sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Penjabat Gubernur Jawa Barat Mochamad Iriawan pun memuji tradisi Seren Taun yang tak putus diselenggarakan setiap tahun. Selain itu, Iriawan menyampaikan rasa terimakasih kepada Presiden Jokowi yang sangat memperhatikan warga Jawa Barat, terutama melalui berbagai pembangunan infrastruktur yang sangat bermanfaat untuk menyejahterakan rakyat. “Perpanjangan tol dari Bandung-Majalaya-Garut-Tasikmalaya hingga Cilacap serta pengengembangan Bandara Cikembar di Sukabumi menjadi buktinya,” kata Iriawan.

Acara Seren Taun adalah upacara adat yang dilakukan setiap tahun yang mempunyai tujuan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas dilimpahkannya rizki dari hasil pertanian yang didapatkan. Upacara ini juga dimaksudkan agar Tuhan memberikan perlindungan di musim tanam mendatang.

Arti dari kata Seren Taun adalah pelepasan tahun, diadakan di akhir tahun dan mendekati pengujung awal Tahun Baru Saka. Upacara ini diselenggarakan setiap tahun tanggal 22 Rayagung-bulan terakhir kalender Sunda dan sudah ada sejak ratusan tahun sejak Kerajaan Pajajaran hingga saat ini. Lokasi Upacara dipusatkan di pendopo Paseban Tri Panca Tunggal, Cigugur, kediaman Pangeran Djatikusumah, yang didirikan tahun 1840.

Disamping itu rangkaian Prosesi  acara Seren Taun dilakukan helaran diantaranya, Tari Buyung, Angklung Buncis, Ngajayak, Penumbukan Padi, Damar Sewu, Pesta Dadung, Seribu Kentongan, Penanaman Pohon, Nyiblung dan Dayung Buyung, Helaran Budaya, Gondang, Kidung Spritual, Ngareremokeun dan lainnya.

Salah satu prosesi Puncak acara Seren Taun salah satunya, prosesi Tari Buyung yang gerakannya menggambarkan penyelarasan manusia dengan alam. Dalam tarian itu, manusia diajak untuk lebih dekat dengan alam dan mencintainya sebagai sahabat yang harus terus berjalan bersama.(Suhendra/Pubdok)

Sumber : Humas Kuningan

Komentar


Tambah Komentar

Email anda tidak akan dipublikasikan

;