Liputan6.com, Jakarta – Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengatakan dana bantuan bagi partai politik sebesar Rp 1.000 per suara sah akan dievaluasi setiap tahun.

“Setiap tahun akan dievaluasi, apakah dinaikkan atau tidak. Perlu diingat ini sekadar bantuan karena pendanaan parpol bersumber dari iuran anggota, bantuan tak mengikat, dan partisipasi pemerintah,” kata Tjahjo di Gedung Nusantara, Jakarta, Senin.

Dana bantuan parpol sendiri mengalami kenaikan menjadi Rp 1.000 dari sebelumnya Rp 108 per suara sah. Tjahjo mengatakan partisipasi pemerintah dalam memberikan bantuan dana parpol sebagai bentuk simbiosis-mutualisme lantaran pemerintah itu sendiri terbentuk dari parpol.

Menurut dia, bantuan dana parpol itu ditujukan untuk memperkuat konsolidasi di tubuh parpol yang biayanya sangat besar sehingga perlu dukungan.

“Biaya konsolidasi demokrasi wajar kalau besar sehingga dengan Rp 1.000 per suara sah itu tidak sampai Rp 13 miliar,” ujarnya.

Dia menjelaskan pada tahun 2015-2016 anggaran negara belum memungkinkan apabila dialokasikan untuk parpol. Lalu ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani menjabat dan perekonomian tanah air mulai stabil, kesempatan mengembalikan dana bantuan parpol dari Rp 108 menjadi Rp 1.000 dapat terwujud.

“Baru ketika Bu Sri Mulyani menjadi Menteri Keuangan, pertumbuhan ekonomi mulai baik, stabil sehingga mengembalikan dari Rp 108 ke Rp 1.000. Ini juga sudah dibahas dengan panitia anggaran DPR,” kata Tjahjo.

Sumber : http://news.liputan6.com/read/3074918/mendagri-pemerintah-evaluasi-dana-bantuan-partai-politik
Foto : Faizal Fanani