Sempat Dua Kali Ditutup, Sekolah Islam Indonesia di Jeddah Kini Eksis

10 Jun 2017 | 1486 VIEWS

JEDDAH -- Kedatangan rombongan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) bersama direksi Bank bjb Jumat (9/6/17) sore waktu setempat, mendapat sambutan yang hangat dari keluarga besar Indonesian Islamic International School (IIIS) Jeddah.

Rombongan disambut sang kepala sekolah, Eri Wargi Mariti. Bak seorang dirigen sore itu ia mengomandoi seluruh tenaga pengajar dan anak didik, dalam penyambutan yang begitu antusias menerima kedatangan rombongan Jawa Barat.

Program CSR Jabar dari bank bjb telah menjadi jalan keluar bagi permasalahan pokok dalam penyelenggaraan pendidikan di Sekolah khas bagi keluarga TKI tersebut.

Aher, yang hadir didampingi Direktur Utama Bank bjb menyampaikan dukungannya atas kinerja CSR Jabar, "CSR Bank bjb akan terus kita dorong untuk kemajuan berbagai bidang, terutama pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri, kami sangat senang dapat membantu banyak keluarga, dimanapun mereka berada," ujarnya.

Keberadaan IIIS di Jeddah menjadi pilihan tempat sekolah bagi warga Indonesia terutama anak-anak TKI, pasalnya keberadaan Sekolah Indonesia-Jeddah (SIJ) sebagai satu-satunya institusi pendidikan negeri di disinibmemiliki daya tampung berlebih, SIJ saat ini sudah memiliki anak didik sekitar 1400 anak.

Konjen RI di Jeddah, Mohammad Hery Saripudin, pun mengaku gembira, atas upaya CSR Jabar yang sudah menjangkau warga Indonesia di Saudi, "Warga kita di Jeddah sangat banyak, kebutuhan ruang kelas bagi anak anak tentunya cukup tinggi, suatu pencapaian yang baik saat CSR Jabar dapat memberikan sumbangsih berarti bagi pendidikan, kontribusi Jabar bagi peningkatan kualitas SDM di luar negeri," tuturnya.

Kepala Sekolah Eri seorang Doktor perempuan jebolan Universitas Al Azhar Mesir, bersama beberapa penggiat wanita lainnya telah lama berjuang demi berdirinya Sekolah Islam di Jeddah. Ia mengungkapkan tidak mudah memang mendirikan sekolah di Saudi, masalah perizinan, dari Kerajaan maupun dari Kemendikbud, masalah pembiayaan operasional sekolah dan ketersediaan tenaga pengajar, kesemuanya itu selalu menjadi pokok kendala.

"Itulah kenapa IIIS dalam perjalanannya pernah dua kali ditutup, namun kami para wanita di sini bersikeras terus berjuang demi berdirinya sekolah yang menjadi harapan dan kebutuhan warga kita," kata Eri bernostalgia.

"Ada pepatah, dibalik pria sukses selalu ada wanita kuat di belakangnya, namun kami disini (IIIS-red) semua para wanita lah yang telah berhasil menghadirkan sekolah di negeri orang, para suami cukup tampil setia dan mendukung kami," seloroh Eri.

"Kami berterima kasih kepada CSR Jawa Barat, kepada Bapak Gubernur, kepada bank bjb, ada program peduli pendidikan sehingga sekolah kami dapat beroperasional kembali", tutup Eri.

IIIS berlokasi di Jalan Abu Layla Al Asari, di distrik As Safa, Jeddah. Bangunan rumah dua lantai yang disewa menjadi sekolah itu cukup leluasa untuk menampung ratusan anak didik. Ruang-ruang di dalamnya telah di set menjadi kelas-kelas kecil untuk beberapa rombongan belajar. Beberapa furniture pun nampak telah mengisi ruang kelas. Untuk sementara IIIS menyelenggarakan jenjang pendidikan Sekolah Dasar.

HUMAS JABAR