Provinsi Jawa Barat Teken 4 MoU Sister Province di RRT dalam Satu Pekan ini

05 May 2017 | 3210 VIEWS

BANDUNG — Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melakukan penandatangan nota kesepahaman atau MoU dengan empat provinsi di Negara Republik Rakyat Tiongkok pada pekan ini. Keempat provinsi yang sepakat menjalin kerja sama Sister Province dengan Jabar tersebut yaitu Guangxi Zhuang, Chongqing, Sichuan, dan Heilongjiang.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan bersama tiga Perangkat Daerah (Biro Pemerintahan dan Kerjasama, Dinas Perhubungan, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) serta Nelson Simanjuntak dari Kementerian Dalam Negeri telah bertolak ke Tiongkok dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/5/2017) menuju RRT dengan tujuan pertama, Kota Nanning, Provinsi Guangxi Zuang yang diagendakan penandatanganan dilakukan pada Jumat (5/2/2017) ini.

Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Provinsi Jawa Barat Taufiq Budi Santoso mengatakan, sebetulnya untuk Sister Province ini sudah diinisiasikan sejak 2015. Bahkan di antaranya sudah mengemuka sejak 2010 lalu. Namun untuk Sichuan Letter Of Intent-nya terjadi pada 2016 lalu.

"Penandatangan ini sebenarnya kami rencanakan pada akhir tahun lalu. Tapi karena tidak memungkinkan akhirnya ditunda. Akhirnya kami lakukan serentak agar efektif dan efisien. Gubernur tinggal tanda tangan keempat dokumen itu yang sudah kita atur waktunya,"ujar Taufik yang ditemui di sela-sela perjalanan menuju Nanning, Guangxi Zuang, Kamis (4/5/2017).

Menurut dia, pada prosesnya sehingga terjadi penandatanganan MoU, pemerintah provinsi Jabar telah melalui serangkaian proses dengan mendapatkan persetujuan dari parlemen dalam hal ini DPRD Jabar, kementrian dalam negeri dan kementrian luar negeri. Hal itu semua tuntas pada 2016 lalu.

"‎DPRD sudah setuju, kemendagri setuju, kemenlu keluarkan surat kuasa MoU karena aturannya seperti itu,"ucap dia.

Diakui dia, MoU tersebut bisa terjadi dalam jangka waktu yang panjang namun secara berkala, lima tahun sekali akan direview atau ditinjau ulang untuk mengetahui kesepakatan kerja sama yang belum tercapai.

"MoU ini jadi tonggak sejarah bagi jabar dalam membina hubungan antar pemerintah daerah yang diharapkan bisa membangkitkan hubungan bisnis to bisnis dan people to peole. Dan bentuk kerja samanya sudah dirancang,"ucap dia.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang akan disepakati oleh kedua pemerintah daerah bersama empat provinsi tersebut, di antaranya kesenian, kebudayaan, pendidikan, transportasi, perdagangan, investasi. Termasuk sharing pengetahuan riset dan teknologi kemampuan pemdanya.

"Contohnya yang besok (hari ini) kita tanda tangann Guangxi Zuang. Itu kan ibukotanya Nanning, sementara sudah ada dua kota di Jabar yang sudah menjalin sister city dengan dua kota yang ada di Guangxi Zuang yaitu Kota Bandung dengan Li Zou dan Kota Bogor dengan Nanning. ‎Jabar pun bangun kerja sama ini,"kata dia.

Diakui Taufik, pada mulanya kerja sama ini terbentuk berawal dari kunjungan Gubernur Guang Xi Zuang ke Delta Mas Bekasi bersama Ahmad Heryawan. Pada saat mereka mau memfasilitasi investor yang akan bergerak pada otomotif.

"Pada saat itu kita bicara hubungan diplomatik kerja sama antara kami. Akhirnya kita sepakati,"kata dia.

Adapun latar belakang kerja sama tersebut, kata Taufik, Guang Xi Zuang ini provinsi yang punya laut di Cina Selatan, dan merupakan kota pelabuhan terbesar di Tiongkok. Dan ini pusat aktifitas negara-negara Asian di Tiongkok termasuk negara ASEAN. Mereka memberikan tempat bisnis dan pemasaran bagi orang-orang asal Asia dan ASEAN tersebut di pelabuhan itu.

Selain itu, kata dia, di bidang pendidikan pun sudah ada 7 mahasiswa PNS yang mengambil program doktoral di Guangxi Zuang ini.

"Selain itu ada tujuan lain kan sekarang kondisi kejra sama pendagangan kita defisit, karena banyak importnya. Nanning jadi pintu gerbang pemasaran produk Jabar. Dan ini sudah diinisiasikan. Ngajak investor mereka ke Jabar, salah satunya perusahaan otomotif Wuling,"tutur dia.

Pihaknya pun akan menjalin kerja sama dalam bidang pariwisata. Pemprov Jabar akan mengundang agen travel di sana untuk berwisata ke Jabar semacam family trip.

"Ruang lingkup pariwisata jadi penting karena merupakan wisatawan terbanyak ke enam ke Indonesia,"ujar dia.

Dengan kerja sama tersebut, kata dia menambah kerja sama Sister Province yang telah dijalin Jabar sebelumnya. Menurut dia, Jabar sudah menjalin kerja sama Sister Province dengan 29 provinsi di 7 negara.

"Prioritas kita kerja sama ini sesuai dengan grand disain Jabar yang diatur pergub 2015 sudah ditetapkan. Untuk kerja sama luar negeri difokuskan di Asia Timur Pasifik seperti Korea dan Jepang, kemudian ASEAN, Australia dan Selandia Baru,"ujar dia.

Pada pekan ini, pemprov tandatangani kerja sama dengan 4 provinsi. Selanjutnya pihaknya akan menjajaki kerja sama dengan Korea dan Jepang.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, tujuan menandatangani kesepakatan membangun sister province itu secara umum untuk mempermudah kerja sama. Beda ketika kerja sama dengan tidak ada landasan sister province.

"Kita akan buat tim keduabelah pihak untuk rencaakan kerjasama apa saja. Boleh jadi peluang di sini atau di Jabar. Karena kerja sama ini dengan 4 provinsi maka akan ada 4 tim ini akan spesifik menentukan kerja samanya,"tutur dia.

Misalnya, lanjut Heryawan, di sini soal pertanian pun akan dikerja samakan. Pihaknya bisa jadi belajar bagaimana menanam kedelai efektif sehingga pohonnya tinggi-tinggi diaplikasikan ke Jabar.

"Kenapa pertanian karena tema pangan agribisnis itu tema yang akan kuasai dunia kedepan. Jabar sebagai lumbung pangan nasional harus tampil sebagai pelopor ketahanan pangan‎ melalui kerja sama ini,"kata dia.

HUMAS JABAR