Polresta Banjar Ringkus Komplotan Pelaku Pembalakan Liar

16 May 2015 | 15096 VIEWS
BANJAR,(PRLM).- Jajaran Kepolisian Resor Kota Banjar berhasil meringkus 2 dari 4 anggota komplotan pelaku pembalakan liar atau penebangan liar.
 
Dari tangan tersangka petugas berhasil mengamankan 24 gelondong kayu jati yang ditebang dari hutan jati milik Perhutani di Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.
 
Dua tersangka yang berhasil riingkus yakni Rm (62), warga Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, dan M (38) warga Pataruman.
 
Sedangkan 4 lainnya masih buron. Mereka adalah UK, Ji, R, serta Mar. Mar disebut oleh Rm sebagai bos yang memerintahkan menebang kayu di hutan jati.
 
Barang bukti yang disita dari rumah Mar, terdiri dari 24 gelondongan kayu jati, berbagai ukuran. Sebanyak 13 batang diamankan di Mapolresta Banjar sedangkan 11 batang diamankan di Tempat Pelelangan Kayu (TPK) Perhutani, di Banjar.
 
"Kami berhasil menangkap 2 pelaku, sedangkan 4 lainnya masih buron, termasuk bos atau yang memerintahkan menebang. Saat ini tim juga masih memburu tersangka lain yang identitasnya sudah diketahui," tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Banjar Shohet, Jumat (5/6/2015).
 
Penangkapan itu, bermula pada hari Senin (18/5/2015) sekira pukul 23.00 WIB, saat warga curiga terhadap pelaku yang mendorong kayu jati dari lapangan sepakbola Desa Margaluyu. Kayu tersebut kemudian dikirim ke kediaman Mar.
 
"Menindaklanjuti informasi, kami melakukan pengecekan lokasi hutan dan menemukan ada 13 bekas pohon jati yang sudah ditebang. Kami langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka. R ditangkap ketika sedang tidur di mushala, dan M di rumahnya," ungkapnya.
 
Kepada petugas, Rm yang kesehariannya menjadi tukang membuat balok dari batang pohon kelapa, mengaku mendapat tugas dari Mar untuk menembang pohon jati.
 
Pada hari Sabtu (16/5/2015) sekira pukul 16.00 WIB, mereka bersama-sama menebang pohon jati di petak 70 c Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Banjar Selatan, KPH Ciamis di Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman.
 
Kegiatan serupa kembali diulang, pada hari Minggu (5/2015). Mereka kembali menuju kawasan hutan, serta menebang pohon jati.
 
Saat menebang pohon, mereka tidak memergunakan gergaji mesin, akan tetapi dengan kampak serta gergaji tangan. Usai dipotong menjadi beberrapa bagian.
 
Kayu tersebut kemudian diseret dan disembunyikan di lapangan sepakbola Margaluyu, sekira 2 kilometer dari lokasi penebangan. Setelah itu kembali diangkut menuju rumah M, yang jaraknya sekira 1 kilometer.
 
"Agar tidak mencurigakan serta tidak menimbulkan suara, pelaku menembang pohon dengan kampak, memotongnya juga memergunakan gergaji tangan. Tersangka Rm mendapat upah Rp 200.000 dari Mar, yang saat ini masih buron," katanya.
 
Shohet mengatakan pelaku pembalakan liar atau illegal logging bakal dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) huruf b dan c UU RI Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. "Kami menerapkan aturan yang khusus menyangkut perusakan hutan," tuturnya. (nurhandoko wiyoso/A-89)