Pilar Jembatan Cipamingkis Turun, Pemprov Segera Tangani

14 Apr 2017 | 2638 VIEWS

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menginstruksikan jajaran Binamarga Provinsi untuk cepat tanggap terkait kejadian turunnya Jembatan Cipamingkis/Jembatan Jagaita Jonggol Kabupaten Bogor.

“Kadis Binamarga dan Tata Ruang Provinsi (Jabar) dan jajaran, saya instruksikan aksi cepat tanggap, untuk pemeriksaan awal kondisi di lokasi serta merekomendasikan tindakan yang diperlukan," ujar Aher, di Gedung Sate Bandung, Jumat (14/4/17).

Dilaporkan bahwa pilar jembatan Cipamingkis itu terjadi penurunan akibat banjir dan air deras. Lokasi di km 70.400 Jembatan Cipamingkis Jl. Raya Jonggol - Cariu Kp. Jagaita Rt. 03 / 02 Desa Jonggol Kec. Jonggol Kab. Bogor.

Untuk rencana penanganan, Aher mengaku masih menunggu rekomendasi yang disampaikan tim lapangan, "Hasil pemeriksaan lapangan oleh Binamarga, merekomendasikan penanganan hampir sama dengan Jembatan Cisomang, ada tindakan untuk penguatan pilar atau membangun pilar baru, sembari mobil kecil bisa melewatinya," kata Aher.

Aher melanjutkan, "ada juga usulan membangun jembatan sementara bailey, namun tentu akan kita kaji lebih lanjut, pokoknya saya minta ditangani segera."

Kadis Binamarga dan Tataruang Prov. Jabar, Guntoro, saat dimintai keterangan oleh Humas mengatakan, menurut laporan dari lapangan, kondisi jembatan sekarang mengalami penurunan 1.5 m. Jembatan yang dibangun pada tahun 1985 ini memiliki bentang jembatan seluas 30 m x 3 m = 90m dengan konstruksi girder beton.

"Jembatan sudah 32 tahun, bentang jembatan pun cukup panjang yaitu 30 meter, di luar itu ada kekuatan air cukup deras mendesak pilar," jelasnya.

"Kita tangani segera sesuai instruksi Pa Gubernur, kita pilih tindakan terbaik, dan masa perbaikan tentu sangat tergantung kondisi di lapangan, mudah-mudahan di bawah 6 bulan sudah kelar," tutup Guntoro.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dedi Taufik menjelaskan terputusnya Jembatan Cipamingkis / Jembatan Jagaita Jonggol kab Bogor diketahui sekira pukul 23.00 WIB.

Disebutkan, terputusnya jembatan tersebut diperkirakan akibat dari arus air sungai yg cukup deras mengikis salah satu tiang penyangga jembatan bagian tengah, Sehingga menimbulkan pergeseran pada tiang / penyangga.

“Dengan bergesernya tiang penyangga tersebut mengakibatkan jembatan patah pada sambungan pas bagian tengah,” katanya.

Akibat yg ditimbulkan, menurut laporan, terputusnya akses jalan antara Jonggol – Cianjur.

Untuk sementara, kata Dedi, arus lalu lintas diberlakukan rekayasa dari arah Cileungsi menuju Cariu dialihkan via Cikarang dan dari arah Cariu menuju Jonggol dialihkan via Karawang. Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa.

HUMAS JABAR