MoU Dengan Empat Provinsi Tiongkok Hasilkan Payung Hukum Untuk B to B

12 May 2017 | 2804 VIEWS

CHENGDU -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan penandatangan MoU dengan keempat provinsi di Tiongkok bukan hanya kunjungan pejabat pemprov semata. 

"Kami datang ke Tiongkok bukan hanya untuk studi banding seperti pada tema tertentu. Kunjungan kerja kami temanya lebih lebih luas, kerja sama permanen antar provinsi yang bisa berkembang. Itu keuntungan sister province," jelas Aher ketika ditemui di Chengdu, Sichuan, Tiongkok, Selasa (9/5/2017). Selama sepekan ini, Pemprov telah menandatangani tiga kesepahaman kerja sama Sister Province dengan tiga provinsi di Tiongkok yaitu dengan Guangxi Zhuang, Chongqing, Sichuan, dan Rabu ini dengan Heilongjiang.

‎Melalui kerja sama antara Provinsi tersebut, lanjut Aher, merupakan bagian perjanjian hukum yang besar. Menjamin kedua pemerintah daerah terutama dalam memfilter perusahaan-perusahaan yang akan dilibatkan dalam kerja sama tersebut.

"MoU ini bagus akan terlindungi perjanjian hukum yang besar, dengan kerja sama berbagai bidang. Kemudian akan lebih terencana dan teratur. Bahkan Wagub Sichuan mengatakan kalau kerja sama b to b bilang tolong kasih tahu soal perusahaannya takutnya perusahan terkait tidak bagus. Jadi difilter sama pemerintahan di Tiongkok tersebut," kata dia.

Dia menambahkan, setelah kerja sama antar pemerintah bisa dilanjutkan dengan kerja sama dengan perusahaan.

Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Pemprov Jabar Taufiq Budi Santoso menuturkan, empat kerja sama Sister Province yang dijalin Pemerintah Provinsi Jawa Barat tak hanya di atas kertas atau hanya rencana formalitas saja, kedua belah pihak antara pemerintah provinsi Jawa Barat dan empat provinsi di Tiongkok yang telah melakukan kesepahaman MoU akan menindaklanjutinya dengan membentuk join working gruop. Tim yang terdiri antara kedua belah pihak sister province tersebut akan secepatnya menyusun rencana kerja pada tahun ini secepatnya untuk ditindaklanjuti.

"Joint working group ini sama halnya dengan pola yang kami lakukan dengan kerja sama Pemprov Jabar bersama Australia Selatan yang sudah terjalin selama tiga tahun ini," jelas Taufiq.

Menurut dia, setelah penandatangan kerja sama Sister Province tersebut gubernur Jabar meminta pihaknya dan pihak provinsi saudara bentuk tim bersama. Di tim ini, namanya adalah joint working grup ini terdiri dari unsur empat pemerintah daerah di Tiongkok dan di Jabar. Secara reguler, joint meeting grup itu paling tidak bisa digelar setahun sekali.

"Itu sama halnya dengan kerja sama anatar kami dan Australia selatan, saat ini sudah tiga tahun bekerja sama. Jadi kami memiliki rencana bersama, dan mengevaluasinya juga bersama-sama. Kalau ada penyesuaian bisa langsung kita putuskan saat itu (saat pertemuan terjadi),"ujar dia.

Diakui Taufik, rencana joint working group tersebut sudah mereka rencanakan dengan keempat provinsi tersebut yaitu Guangxi Zhuang, Chongqing, Sichuan, dan Heilongjiang. Hal itu meliputi kerja sama teknik dari turunan rencana kerja dengan Mou tersebut.

"Mou akan ditindaklanjuti melalui joint working grup. Diagendakan tahun ini. Mudah-mudahan lancar, kita undang mereka ke empat provinsi itu untuk bicara. Kami sendiri sudah kirimkan rancangan kerja versi rencana Jabar pada mereka. Kemudian mereka kaji, tahun ini mereka ke Jabar atau bisa tahun depan mereka undang kita‎,"ujar dia.

Sementara itu, pada Rabu ini Pemprov Jabar akan melakukan penandatangan MoU dengan Provinsi Heilongjiang, provinsi pamungkas dalam safari kerja Pemprov Jabar pekan ini.

"Sebetulnya Kerja sama kami sudah dimulai sejak 2010 dengan rencana peningkatan kerja sama antar daerah melalui LoI. Memang, tujuan utamanya waktu itu bagaimana mengembangkan kerja sama di bidang pertanian, terutama subsektor dalam pertanian, peternakan dan tanaman pangan," ujar dia.

Namun, kata dia, ada lagi bidang lain sejalan ada Otonomi daerah seperti sektor kesenian dan kebudayaan, pendidikan, litbang, dan juga yang berkaitan dengan pengembangan kapasitas pemuda dan yang berkaitan dengan pengembangan pariwisata.

 

Jabar-Sichuan

Sementara itu, pada Selasa malam kemarin, Pemprov Jabar telah menandatangani MoU dengan Gubernur Sichuan Yin Li.

Pada sambutannya, Li mengatakan, Sichuan terletak di bagian barat Tiongkok, dengan jumlah penduduk banyak, dan pertumbuhan ekonomi yang cepat.‎ 

"Kami punya penduduk 90 juta orang, no 3 terpadat di Tiongkok dengan luas wilayah 480000 km2, nomor 5 di tiongkok dengan PdB

500 miliar usd/tahun atau nomor enam 6 di Tiongkok,"ujar dia.

Diakui dia, selama ini perhubungan Sichuan dengan Jabar cukup baik. Perdangan Tiongkok ke Indonesia pun baik.

"Kalau menurut saya nilai ini bisa ditingkatkan. Melalui tanda tangan mou bisa memperbanyak pertukaran dan kerjasama. Apalagi saat ini sudah ada 12 perusahaan asal Sichuan yang sudah ada di Indonesia. Mudah-mudahan perusahaan dari kami ini akan berkembang baik, di Jabar khususnya di Indonesia,"ucap dia.

Terkait kerja sama pariwisata. Li percaya Indonesia merupakan negara yang cantik termasuk Jabar meski dia belum pernah ke Jabar.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Aher menuturkan, dengan MoU tersebut kerja sama pariwisata meningkat. Saat ini kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia cukup tinggi bahkan sudah menggeser turis Eropa dan Amerika.

‎"Kerja sama pariwisata, Sichuan punya kawasan indah. Jabar juga indah karena kami tropis, memiliki keindahan lebih, hutan lebat.

Mudah-mudahan ini kerja sama bisa berjalan lancar," katanya.

Selain itu, beberapa poin kerja sama yang akan mereka lakukan yaitu pengembangan riset pertanian. 

"Jabar luas, produksi pangan buah sayur, dan padi kebanyakan dari Jabar. Jabar penghasil pangan nomor 1 di Indonesia. Kami ingin kerja sama baik. Produksi pangan meningkat," katanya. 

 

 

HUMAS JABAR