Menelusuri Simpul Potensi Ekonomi di Sisi Selatan

07 Dec 2014 | 15185 VIEWS
JABAR INFO - Minggu, 7 Desember 2014, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) melakukan kukurusukan (peninjauan lapangan) di sepanjang jalur Jabar bagian Selatan. Target peninjauan yakni sektor infrastruktur jalan, irigasi, dan seputar sarana serta prasarana pariwisata.
 
Pada kukurusukan di pengujung 2014 ini, Gubernur Aher ditemani Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Jabar Jerry Yanuar, Kadis Bina Marga Gunturo, Kadis PSDA Edi Nasution, Kadis Kimrum Bambang Rianto, Kadis Pertanian Tanaman Pangan Diden Trisnadi, Kadis Perkebunan Arif Santosa, Kadisparbud Nunung Subari, dan Kepala Biro Humas Ruddy Gandakusumah.
 
Kukurusukan digelar sepanjang hari libur ini, Aher dan rombongan berangkat dari Gedung Negara Pakuan sekitar pukul 07:30 WIB.
 
Peninjauan lapangan sepanjang 200 kilometer lebih ini dimulai dari Ciwideuy (Kabupaten Bandung), Cidaun (Kab. Cianjur), Rancabuaya (Kab. Garut), hingga Pangalengan (Kab. Bandung).
 
Kadis Bina Marga Guntoro mengatakan khusus sektor kebinamargaan, Gubernur Aher akan meninjau kondisi jalan sepanjang Jabar bagian Selatan. Status jalan dimaksud masuk kelompok ruas jalan strategis nasional dan di bawah otoritas Pemprov Jabar.
 
"Gubernur, antara lain, fokus meninjau kondisi tebing di sepanjang jalan untuk pencegahan longsor. Sekarang kan sudah memasuki musim hujan. Ini antisipasi bencana longsor," ujar Kadis Bina Marga Jabar Guntoro sebelum rombongan kukurusukan berangkat.
 
Ditambahkan, target umum peninjauan lapangan yakni melihat kondisi pemeliharaan jalan. Infrastruktur jalan yang disasar dibangun beberapa tahun belakangan untuk akselerasi pembangunan Jabar bagian Selatan, yang sebelumnya relatif tertinggal.
 

Wisata 'World Class'
 
Ragam destinasi wisata di Jawa Barat tidak hanya lengkap, namun juga berkelas dunia. Provinsi ini memiliki potensi wisata alam lengkap, antara lain berbasis pertanian-perkebunan, kehutanan, hingga bahari.
 
Selain itu, Jabar memiliki berderet potensi wisata sejarah hingga yang berbasis seni-budaya dan industri kerajinan serta kuliner.
 
"Soal pariwisata, Jabar itu bukan cuma 'sagala aya', namun juga masuk ///world class///. Ragam kita lengkap, hampir semua jenis destinasi wisata hadir di Jabar," ujar Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) kepada wartawan di Taman Wisata Alam Situ Patenggang di Kabupaten Bandung, Minggu, 7 Desember 2014.
 
Aher berada di kawasan asri ini serangkaian agenda ///kukurusukan/// (peninjauan lapangan) sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, dan binamarga. Kukurusukan sepanjang 200 kilometer ini membelah Kabupaten Bandung, Cianjur, dan Kabupaten Garut.
 
Meski demikian, tegas Aher, masih perlu upaya keras instansi terkait dan kalangan pelaku usaha pariwisata untuk membenahi sarana-prasarana serta pemasaran yang lebih kreatif.
 
"Jangan puas dengan kondisi dan pencapaian hari ini. Kita harus semakin baik hari demi hari. Hari ini kita lihat kawasan Situ Patenggang yang bersih, besok harus semakin baik," tuturnya.
 
Ungkapan cukup puas Gubernur Aher terhadap kondisi kawasan wisata Situ Patenggang senada dengan penuturan Cece Rohidin (42 tahun), penyedia jasa foto. Dikatakan, dirinya dan delapan fotografer amatir lain dapat mengumpulkan antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu saban Sabtu serta Minggu.
 
"Turis luar yang berkunjung ke sini kebanyakan dari Malaysia dan Arab Saudi. Turis bule dari Eropa juga mulai masuk, namun belum banyak," ungkap Cece, yang menjual jasa Rp10 ribu setiap lembar foto.
 
Sebelum ke Situ Patenggang, Gubernur Aher yang didampingi Sekretaris Daerah Pemprov Jabar Wawan Ridwan dan beberapa kepala dinas melihat secara langsung kondisi kawasan wisata Kawah Putih dan Penangkaran Rusa di Rancaupas, masing-masing di Kabupaten Bandung.
 

Nalayan Rancabuaya
 
Nelayan Rancabuaya, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengeluhkan kesulitan mereka memperoleh bahan bakar minyak (BBM) akhir-akhir ini. Selain sulit memenuhi kebutuhan operasional melaut, nelayan juga tidak berdaya atas tingginya harga BBM.
 
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menerima aspirasi nelayan tersebut ketika kukurusan (peninjauan lapangan) kondisi masyarakat dan hasil pelaksanaan prograk kerja bidang pariwisata, pertanian, perkebunan, dan infrastruktur --khususnya jalan raya.
 
Kukurusukan Aher bersama Sekretaris Daerah Pemprov Jabar Wawan Ridwan serta kepala dinas terkait digelar sepanjang Minggu pagi hingga malam, 7 Desember 2014. Kunjungan kerja ini sepanjang Jabar wilayah Selatan, meliputi Kabupaten Bandung, Cianjur, dan Kabupaten Garut.
 
Aher dan rombongan bertemu kelompok nelayan saat singgah di Rancabuaya, kawasan pesisir Garut.
 
"Nelayan di sini, Kang Aher, pusing gara-gara BBM. Mohon bantuan agar masalah ini (kelangkaan dan harga tinggi) tidak selamamnya berlangsung," kata Dedeng (45 tahun), tokoh nelayan Rancabuaya, kepada Aher saat berdioalog santai di saung dekat pinggir pantai.
 
Aher mengatakan pihaknya tidak memiliki otoritas langsung mengatur persoalan BBM. Namun, masalah yang melilit nelayan Rancabuaya ini, akan diteruskan ke pemerintah pusat dan Pertamina.
 
Sementara itu, mencermati harapan nelayan Rancabuaya agar memiliki pelabuhan tempat menambatkan kapal, Gubernur Aher mengupayakannya. Pelabuhan sepanjang 80 meter akan diusahakan pembiayaannya dari beberapa sumber.
 
"Kalau dari APBD pasti lama karena penyusunan anggaran 2015 baru saja selesai. Coba kita usahakan memanfaatkan dana CSR dan lain-lain. Kita pelajari dahulu," tandas Aher.