Kelayakan GBLA, PB PON Belum Terima Kajian Tim Ahli Kota Bandung

20 Aug 2015 | 16556 VIEWS
GERBANG INFO JABAR - Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional XIX dan Peparnas XV 2016 Jawa Barat kembali mengundang unsur terkait pemerintah kabupaten/kota. Pertemuan dimaksudkan untuk mengetahui perkembangan penyiapan venue pertandingan. Rapat koordinasi yang dilakukan di Gedung Sate, Kota Bandung, ini dipimpin langsung Ketua Umum PB PON XIX dan Peparnas 2016 Jabar Ahmad Heryawan.
 
"Selama ini kita selalu menerima perkembangan venue dari provinsi. Sekarang kita ingin tahu langsung dari kabupaten/kota yang melaksanakan," kata Heryawan, yang juga Gubernur Jabar.
 
Sebagai contoh, Heryawan menyebut Pemerintah Kabupaten Bandung hadir dalam rakor tersebut. Terlebih, kata Heryawan, di Kabupaten Bandung terdapat banyak arena pertandingan yang akan digunakan untuk ajang olahraga empat  tahunan tersebut.
 
Meski tidak merinci perkembangannya, menurut Heryawan, semua pemerintah kabupaten/kota yang menjadi tuan rumah telah meneruskan pengerjaan venue. "Semuanya sudah berjalan lagi, tendernya jalan lagi," katanya.
 
Sementara itu, terkait kelayakan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), di Gedebage, Kota Bandung, menjadi lokasi upacara pembukaan dan penutupan PON dan Peparnas, pihaknya masih menunggu hasil kajian dari pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Namun, hingga saat ini, kata Heryawan, Kemen PU-PR tak kunjung melakukan kajian terhadap stadion yang baru dibangun itu.
 
Disinggung adanya hasil kajian tim ahli bentukan Pemerintah Kota Bandung yang telah diserahkan ke pemprov dan PB PON dan Peparnas, Heryawan mengaku belum mengetahuinya. "Saya belum tahu, coba tanya ke Pak Iwa (Karniwa, Ketua Harian PB PON XIX/2016)," katanya.
 
Sementara Ketua Harian PB PON Iwa Karniwa mengatakan hingga kemarin sore, pihaknya belum menerima laporan hasil kajian kelayakan stadion tersebut. "Belum, belum sampai sama saya," katanya.
 
Sekretaris Umum PB PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jabar Yudha Munajat Saputra menyebutkan tim ahli bentukan Pemkot Bandung tersebut kembali melakukan kajian. Karenanya hasil laporan tuntas belum diserahkan ke Pemprov Jabar dan PB PON dan Peparnas. "Belum, itu kan ditambah seminggu lagi waktunya (kajian). Jadi sekarang belum beres," katanya.