Jaringan Jalan Mulus Membentang Sampai Jauh

03 Jan 2015 | 15102 VIEWS
JABAR INFO - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan tidak langsung beristirahat, setiba di PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) atau PTPN Agrabinta, setelah menempuh perjalanan 315,8 km.
 
Di hari pertama kukurusukan perdananya pada 2015, Aher menginap di salah satu rumah warga di komplek administratur PTPN Agrabinta. Di kediaman sebelah yang juga berbahan papan kayu, Kapolda Jabar Irjen Mochammad Iriawan dan Kasgar Tap II Bandung Marsma TNI Imron Nasution beristirahat.
 
Lahan karet PTPN Agrabinta sebagian berada di Kabupaten Cianjur, terutama di Kecamatan Agrabinta. Namun komplek administraturnya berada di wilayah Kabupaten Sukabumi. Karena luasan lebih banyak di kecamatan ini, maka perusahaan perkebunan ini bernama "PTPN VIII Agrabinta".
 
Tiba di perkampungan hening tersebut sekitar pukul 21:00 WIB, Aher kembali menjalankan tugas setelah beristirahat sejenak. Dia menemui warga desa dan anggota kelompok petani setempat.
 
Tidak ada sofa di sini. Di ruangan tanpa berpendingin, Gubernur Aher melantai bersama warganya. Tanpa canggung sedikitpun, Aher seraya bersila mendengar sederet aspirasi warganya, tak terkecuali mengenai infrastruktur jalan. Warga menyebutkan jalan pelosok menuju PTPN Agrabinta sangat baik.
 
Sabtu pagi (3/1/2015), Gubernur Jabar dan rombongan melanjutkan kunker lapangan. Menuju Kantor Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, iring-iringan kendaraan melaju lancar di atas jalan mulus.
 
Jalan berbatu dan sedikit becek akibat hujan hanya berada di dalam komplek PTPN Agrabinta. Selanjutnya jalan rata ditemui. Badan jalan sedikit berlubang ditemui ketika rombongan kukurusukan berada di perbatasan Kecamatan Tegalbuleud.
 
Kegembiraan warga atas kondisi jalan juga diungkap Aep (49 tahun), warga Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. "Alhamdulillah, jalan sudah mulus sejak setahun lalu. Nuhun, Pak Gubernur," ujar Aep saat disambangi Gubernur Aher di depan warung sembakonya, yang juga menjadi kediaman.
 
Aher dan Kapolda Iriawan bercengkerama beberapa menit dengan Aep serta istrinya. Mereka saling menyapa akrab. Sang warga tampak tidak sungkan menyampaikan perasaan dan pendapatnya. "Dulu Cisewu sepi. Sekarang sudah ramai, apalagi kalau hari libur," ungkap Aep lagi, yang juga mengaku warung mulai maju setahun terakhir.
 
Di Cisewu, Aher menemui Caca Rifai, camat setempat. Setelah itu, Gubernur dan rombongan menunaikan salat bersama warga di masjid Al-Hudawaddien. Usai salat, Aher berdialog dengan masyarakat setempat.
 
Salah satu soal yang disinggung yakni upaya pemerintah provinsi untuk terus memantapkan kondisi jalan utama antarkabupaten, khususnya di wilayah Jabar bagian Selatan.
 
"Berkat kerja keras kita semua, jalan milik provinsi sepanjang 2.191 kilometer dalam kondisi mantap 98 persen. Artinya masuk dalam katagori kondisi baik dan sedang," papar Aher. Berarti, tersisa sekitar 43 km dalam kondisi kurang mantap.
 
Ditambahkan, Pemprov Jabar kini tengah berupaya agar dua persen ruas jalan yang di bawah tanggungjawabnya segera dibenahi. Selain itu, pemeliharaan jalan yang sudah mantap dilakukan. "Tersisa dua persen jalan provinsi yang belum mantap. Dalam waktu dekat akan kita bereskan segera," tukas Aher.
 
Hasil kerja tersebut mendapat apresiasi pemerintah pusat berupa Penghargaan Pekerjaan Umum 2013, yang diserahkan Menteri Pekerjaan Umum kepada Aher (5/12/2013). Kinerja program pembangunan jalan (dan jembatan) Jabar dinilai terbaik, menyusul Jawa Timur (peringkat kedua) dan Nusa Tenggara Barat (peringkat ketiga).
 

Jantung Ekonomi
 
Data Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pada 2009 --tepat tahun kedua masa pengabdian periode pertama Aher-- Gubernur Jabar berhadapan dengan jalan provinsi yang setengahnya masuk kategori tidak mantap alias rusak ringan dan berat.
 
Saat itu, jalan di bawah kewenangan provinsi sepanjang 1.763 km. Masuk kategori mantap atau kondisi baik dan sedang hanya sepanjang 970 km atau 55 persen. Sisanya dalam kondisi tidak mantap atau dalam keadaan rusak ringan dan berat.
 
Sementara kondisi jalan kabupaten/kota idem dito. Realita 2009, dari 4.840 km panjang jalan kabupaten, 2.727 km di antara dalam kondisi rusak ringan dan berat. Hal ini berarti terdapat 56 persen lebih jalan kabupaten/kota butuh perhatian super serius.
 
Walaupun jalan kabupaten/kota bukan tanggungjawab provinsi, Aher turut berupaya memfasilitasi agar keadaan ini berbalik. Sejalan dengan usahanya membuka akses jalan penghubung antarkabupaten/kota, pemprov melalui Dinas Bina Marga memperbaiki infrastruktur vital yang sudah ada.
 
Khusus jalan kabupaten/kota, Gubernur Jabar senantiasa mendorong para bupati/walikota getol membelanjakan APBD-nya untuk pembangunan dan perbaikan jalan di wilayah masing-masing.
 
Upaya kuat membangun jaringan jalan provinsi yang andal berbuah kini, seperti pengakuan warga yang ditemui saat kukurusukan. "Mereka yang kerap melintas melalui jalan darat menyusuri Pulau Jawa dapat merasakan bagaimana kondisi di Jabar dibanding provinsi tetangga," tambah Aher.
 

Jalan Jabsel
 
Jalan sebagai jantung perekonomian menjadi sorotan mutlak ketika Jabsel mulai dipacu. Pembangunan jaringan jalan secara kontinyu digelar tahun demi tahun. Termasuk di dalamnya ruas jalan "tak bertuan" sepanjang 210,93 km, dari Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, hingga Kalapagenep, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasimalaya.
 
Pemprov Jabar akhirnya membereskan kondisi jalan dimaksud demi kepentingan masyarakat setempat, setelah pemerintah pusat dan kabupaten seolah "angkat tangan". Dibangun dengan lapisan beton, jalan tersebut kini sangat baik, dan kasat mata mulai mendorong geliat perekonomian.
 
Buat membuka keterisolasian Jabsel, peningkatan infrastruktur jalan Bandung-Pangalengan-Cukul-Cisewu-Rancabuaya sepanjang 31,35 km juga dilakukan. Juga ruas jalan Cikajang-Pameungpeuk 24,9 km.
 
Di luar itu, khusus untuk mengatasi kemacetan di simpul tertentu, pembangunan jalan baru dan pelebaran jalan provinsi digelar di ruas-ruas strategis. Yakni, jalan lingkar Sukabumi sepanjang 6,9 km, Lingkar Nagreg, Lingkar Gentong, dan pembangunan Tol Dalam Kota Bandung (BIUTR), Tol Seroja Tol Cisumdawu, dan Tol Cikapali.
 
Kini, harap Aher seperti diungkapkan di masjid Al-Hudawaddin, Cisewu, Kabupaten Garut, warga Jabar tak terkecuali diharap peduli untuk turut aktif memelihara infrastruktur jalan yang telah dibandun. Dengan demikian, pemerintah daerah dapat fokus membangun jaringan jalan baru dan memperbaiki ruas yang kondisinya belum mantap.
 
"Mohon bantuan para pemuka agama dan tokoh masyarakat umumnya agar mengajak warga memelihara semua hasil pembangunan. Kami tak dapat berbuat-apa tanpa bantuan warga," ungkap Aher.
 
Karena itu pula, Gubernur Aher pada kukurusukan-nya secara khusus menggandeng Kapolda Jabar. Kepolisian diharap memberangus seluruh penambangan pasir besi ilegal, dan mencegah pengangkutannya via jalan darat. Selama ini sejumlah ruas jalan rusak akibat pengangkutan pasir besi melalui jalan darat, salah satunya.
 
Pada 2015, Aher menambahkan bahwa pemerintah pusat siap menggelontorkan Rp300 miliar untuk penguatan jaringan jalan di Jabar. Dana ini akan dipakai untuk membangun jalan beton sepanjang 60 hingga 70 km.
 
Tentu, jaringan jalan yang telah membentang --termasuk di Jabsel-- makin menggairahkan warga memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam untuk kesejahteraan.
 
Satu kata: 2015, tidak ada lagi kawasan terisolir di Jabar.