Gubernur Tinjau Langsung Lokasi Pilar Turun Jembatan Cipamingkis

16 Apr 2017 | 2698 VIEWS

BOGOR -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meninjau lokasi jembatan Cipamingkis, didampingi Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Prov. Jabar Guntoro dan Kepala Dinas Perhubungan Prov Jabar, Dedi Taufik, Sabtu (15/4/17) siang.

Sejak kemarin jajaran BMTR intensif melakukan kajian untuk penanganan jembatan yang turun hingga 1,5 m

Gubernur dalam arahannya kepada jajaran Dinas BMTR dan Dishub di lokasi, meminta upaya penanganan dapat segera dilakukan, mengingat Jalan Jonggol tersebut saat ini sudah menjadi lebih dari sekadar jalur alternatif.

"Saya minta segera ditangani, perihal anggaran rasanya tidak ada masalah, saya pantau tim dari kemarin sudah intensif berada di lokasi," kata Aher.

"Tim BMTR merekomendasikan bahwa penanganan jembatan Cipamingkis akan sama dengan jembatan Cisomang, yaitu penguatan pada pilar dan girder jika itu masih kuat, namun jika sudah tidak kuat maka akan kita buat baru pilar maupun girdernya," jelas Aher.

Dalam kesempatan yang sama Kadis BMTR Guntoro menambahkan, "kebetulan di anggaran murni sudah stand by dana perbaikan jembatan Cipamingkis, sekitar Rp 7 M, jadi saya pikir tidak ada masalah, akan kita perbaiki segera, mudah-mudahan dalam tempo 3 bulan sudah kelar."

"Kemarin sempat muncul gagasan bailey, namun setelah kami kaji lagi ternyata itu tidak mungkin, bentang jembatan yang mencapai 90 m tentu terlalu panjang, jadi penanganan kita akan fokus pasa pilar dan girdernya," lanjutnya.

Kadishub Jabar Dedi Taufik juga hadir di lokasi memaparkan pengalihan arus lalu lintas sementara yang sudah dilakukan, yaitu dari arah Cileungsi menuju Cariu/Cianjur melalui Cibucil-Cibarusah-Jagatamu-Cariu dan sebaliknya. Jembatan Cipamingkis saat ini dapat dilalui hanya untuk kendaraan kecil.

"Lalu lintas kendaraan besar sementara kami alihkan, memang akan berputar sedikit, rambu2 sudah kami pasang, untuk kendaraan kecil non bus bisa melewati Ciipamingkis," terang Dedi Taufik.

Jembatan cipamingkis dibangun sejak 1985, beberapa hari lalu mengalami penurunan karena terjangan arus air yang besar. Kejadian yang sama di jabar juga terjadi pada jembatan nasional di Pangandaran beberapa waktu lalu, penyebabnya sama yaitu desakan air akibat curah hujan tinggi.

HUMAS JABAR