Eco- Music Camp 2017, Paket Lengkap Kampanye Alam Hingga Pariwisata

29 Apr 2017 | 3186 VIEWS

SUBANG – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) membuka gelaran Eco Music Camp 2017. Event berskala internasional yang sudah tiga kali digelar Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Barat ini, kini mengambil tema “Music Bio- Diversity”. Adapun penyelenggaraan tahun ini dilaksanakan 27-29 April 2017, bertempat di Tea Garden Resort Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Demiz mengatakan, Eco Music Camp merupakan salah satu upaya memberdayakan setiap tenaga untuk turut mensosialisasikan bagaimana menjaga lingkungan hidup. Sementara musik menjadi media yang efektif dalam menyampaikan pesan. Sehingga melalui kegiatan ini, sosialisasi mengenai lingkungan sekaligus perkenalan budaya dapat dilakukan sekaligus.

“Lingkungan hidup, kita kampanyekan terus! Mudah-mudahan dengan musik ini ada efek juga ke pariwisataannya. Paling tidak kita menstimulus bagaimana orang-orang yang datang, mendengar, segala macam untuk mencoba menjadi pelaku dalam menjaga alam, ini tujuannya,” kata Demiz di Tea Garden Resort Subang, Jumat (28/04/2017).

Maka konser di alam terbuka,menjadi pilhan untuk memadukan kecintaan pada seni sekaligus pada alam. Tak hanya sampai disitu, keunikan ini juga menjadi daya tarik wisata. Dalam hal ini, Eco Music Camp menggali potensi seniman lokal, mempertontonkan pertunjukan kelas internasional, dan mengekspos potensi keindahan alam.

“Eco Music Camp targetnya anak-anak muda, kan biasanya komunitas pecinta alam kan anak-anak muda, makanya kita dengan pendekatan musik, baik dari Indonesia, daerah, juga berbagai Negara ini kita harapkan menarik anak –anak muda lainnya untuk juga tertarik menjadi pegiat lingkungan,” ujarnya.

Istimewanya, Eco Music Camp tahun ini menampilkan para musisi papan atas. Seperti musisi dalam negeri Sandhy Sondoro, Karinding Attack, Littlelute, Rumah Musik Harry Roesli (RMHR), INO Ensemble, dan Ambon Youth Brassband. Sementara dari luar negeri, tampil penyanyi folk dari Amerika Leanna Rachel, DJ Kamau yang mempertunjukan musik-musik Afrika dalam bentuk remix, dan para pengisi acara lainnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat Ida Hernida, menjelaskan bahwa Eco Music Camp 2017 digelar untuk mengangkat isu terkait keanekaragaman hayati, lingkungan hidup, alam, disertai dengan menyajian dari seluruh dunia atau “world music”, melalui festival perkemahan musik yang diadakan tengah alam terbuka yang juga merupakan destinasi wisata alam, atau “eco-tourism.”

Selain itu lanjut Ida, kegiatan Eco Music Camp ini juga ditujukan untuk memperkenalkan dan mempromosikan potensi alam seni budaya, pariwisata, serta produk musik tradisional, dan modern Jawa Barat, ke pasar nasional hingga internasional.

“Program Eco Music Camp juga, menampilkan pertunjukan musik yang menekankan segi akustik, pameran alat-alat musik yang terbuat dari bahan-bahan ramah lingkungan, workshop lingkungan hidup, dan juga perkemahan,” ungkap Disparbud Jabar Ida Hernida.

Dalam konteks inilah, Disparbud Jabar mengagas sebuah festival musik, budaya, sekaligus lingkungan, yakni Eco Music Camp. Selain untuk memperkuat sektor Eco-Tourism, kegiatan ini juga memiliki misi menyadarkan generasi muda akan masalah lingkungan hidup.

HUMAS JABAR