Di Harbin Jabar Tuntaskan Teken MoU Dengan Empat Provinsi Tiongkok

12 May 2017 | 2725 VIEWS

HARBIN -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menuntaskan penandatangan kesepahaman bersama MoU sister province di empat‎ provinsi di Tiongkok setelah secara resmi mengukuhkan sister province dengan Provinsi Heilongjiang di Hotel Garden Hamlet, Harbin, Rabu (10/5/2017) petang waktu setempat. Sebelumnya Jabar secara berturut-turut telah menandatangani tiga MoU sister province bersama Ghuangxi Zhuang, Chongqing dan Sichuan.

Hadir Gubernur Heilongjiang Lu Hao bersama ‎wakilnya, Li Haitao dalam upacara penandatanganan tersebut berserta jajaranya. Sementara itu, seperti penandatanganan sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) didampingi oleh istri, Netty Heryawan, Kepala Pusat Fasilitasi Kerja sama Kemendagri Nelson Simanjuntak, Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Taufiq Budi Santoso, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dadang Mohamad Ma'soem, Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik, Wakil Ketua DPRD Jabar Abdul Harris Bobihoe dan Direktur Utama BJB Ahmad Irfan.

Dalam sambutannya, Aher mengatakan, kehadirannya di Heilongjiang merupakan kali kedua setelah 2010 Aher pernah berkunjung ke provinsi beribukota Harbin itu dalam kaitannya menjalin tahapan kerja sama Sister ‎Province tersebut.

"Sebagaimana presiden kami Joko Widodo menegaskan, kerja sama luar negeri harus ditingkatkan khususnya dengan Tiongkok. Ini tentu meneruskan kerja sama yang sudah terjadi pada satu tahun lalu kami tingkatkan, baik kerja sama perdagangan, ekonomi, dan kebudayaan," jelasnya.

Tahun ini perdagangan antara Indonesia dan Tiongkok meningkat menjadi 63 persen. Bahkan di Jabar, investasi Tiongkok meningkat jadi peringkat ketiga setelah menduduki peringkat sembilan. Bahkan wisatawan terbesar Indonesai berasal dari Tiongkok.

"Pada saat yang sama, Jabar dan Heilongjiang memiliki kesamaan yaitu penghasil pangan terbesar. Dan kedua provinsi pekerjaannya pertanian dan nelayan. Kita bersyukur pada Maret 2010 lalu antara kita sudah LoI (lettre of intent) untuk jadi sister province. Kami sepakat kerjasama untuk sektor pertanian, perdagangan, wisata, pendidikan, budaya dan ilmu pengetahuan serta teknologi," paparnya.

‎Melalui perjanjian ini kata Aher, akan jadi payung hukum serta tidak menutup kemungkinan akan berkembang di bidang lainnya.

"Saya nanti mengusulkan tindak lanjut kerja sama ini dengan adanya satu tim dari kedua belah pihak untuk merumuskan kerja sama yang lebih kongkret dan partisipastif baik di pemerintahan, ekonomi, bisnis agar lebih detil lagi. Mudah-mudahan kerja sama mendorong kedua provinsi semakin maju bersama-sama dan mensejahterakan masyarakat keduanya,"ucap dia.

Lu Hao mengatakan, pihaknya sepakat dengan usulan Aher dalam meningkatkan hubungan bilateral itu harus menciptakan kedamaian untuk masyarakat kedua provinsi tersebut.

"Saya setuju bahwa nanti setelah penandatangan sister province kami akan kirim staf ke Jabar begitupula sebaliknya jabar juga kirim staf untuk satu tim untuk tindak lanjut  kerja sama yang praktis.Kita akan cari keunggulan masing-masing untuk dikerjasamakan," katanya.

Diakui Lu Hao, pihaknya ingin lebih mengenal informasi tentang Jabar  untuk dapat proyek yang tepat untuk dikerjasamakan.

‎Lebih jauh, Lu Hao pun menuturkan, pada rapat terakhir 2010 Jabar diterima oleh mantan gubernur sebelumnya. Selama ini hubungan Tiongkok dan Indonesia berkembang baik. Terlebih kedua presiden sudah ketemu dan berbicara bahwa perkembangan kedua negara harus berkembang baik.

"Jadi antara pemerintah provinsi sudah didahului oleh pimpinan oleh kedua negara, melalui sister province kami akan bikin hubungan kerja sama yang lebih baik," katanya.

Menurut dia, Ibukota Jabar, Bandung sudah terkenal di Tiongkok. Dia percaya masyarakatnya antusias untuk berkunjung ke sana. Kemudian, pihaknya juga ingin sekali kerja ssama di bidang pertanian dan perdagangan juga.

 

HUMAS JABAR