Demiz: Kita Hijaukan Pantai Utara Jawa Barat!

28 Apr 2017 | 3175 VIEWS

KAB. BEKASI - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) mengajak semua pihak, baik dari kalangan Pemerintah, Akademisi, Perusahaan, dan Masyarakat di Jawa Barat untuk menghijaukan kawasan Pantai Utara Jawa Barat. Hal ini penting sebagai upaya mengimbangi geliat pembangunan dan industri.

 

Wagub Demiz mengungkapkan hal tersebut dalam acara Jababeka Eco Week 2017 di D'Khayangan Senior Living, Kawasan Industri Jababeka, Kabupaten Bekasi, Kamis (27/4/17). Demiz pun mengapresiasi langsung langkah yang telah dilakukan oleh Direksi dan karyawan PT Jababeka Infrastruktur atas komitmen dan pengabdiannya terhadap pelestarian lingkungan di Jawa Barat, khususnya di kawasan pesisir pantai utara (pantura).

 

"Pantura sangat luar biasa abrasi pantainya. Tambak terancam, jalan-jalan juga terancam, terkikis. Makanya disini Jababeka Eco Week yang khususnya menanam Mangrove di Pantura ini sebuah gagasan yang perlu didukung oleh seluruh pihak," ungkap Demiz dalam sambutannya.

 

"Kita bisa hijaukan seluruh Pantura Jawa Barat. Kan tidak semuanya, ada bagian yang juga tidak harus ditanami. Ada 400-an kilometer dari Bekasi sampai Indramayu. Ini bisa kita hijaukan semuanya kalau kita bersama-sama melakukannya," ajaknya.

 

Lebih lanjut, Demiz mengatakan bahwa program penghijauan ini bisa menunjuk 7 (tujuh) kawasan industri di Jawa Barat, seperti di Karawang dan Bekasi tersebut. Apabila bisa dilakukan bersama-sama oleh sekitar 3.000 perusahaan yang ada di kawasan industri Jabar, maka akan berdampak pada pelestarian lingkungan Pantura, sekaligus pemerdayaan ekonomi masyarakat. Penanaman Mangrove ini hanya butuh Rp 15 juta per hektar dengan perawatan yang mesti dilakukan selama dua tahun.

 

"Hutan Mangrove ini kalau berhasil ada pemberdayaan langsung ekonomi masyarakat. Baik dari mulai penanamannya, perawatannya, begitu pula sampai setelah menjadi hutan," kata Demiz.

 

Tidak dipungkiri bahwa ancaman abrasi di sepanjang kawasan Pantura Laut Jawa telah semakin nyata. Abrasi telah menggerus pantai sepanjang puluhan kilometer, bahkan beberapa desa yang kena abrasi telah membentuk teluk. Tidak sedikit warga pesisir pantai utara yang terdampak abrasi, seperti banjir rob yang menerjang permukiman mereka, sekalipun tempatnya berada puluhan meter dari bibir pantai.

 

Sebelumnya, tepatnya dua tahun lalu perusahaan lain, yaitu Toyota Motors Indonesia juga telah berpartisipasi menanam Mangrove di Pantura Kabupaten Karawang. Saat ini, kawasan yang telah ditanami Mangrove tersebut telah lestari dan menjadi hutan Mangrove. Bahkan, kawasan ini akan menjadi percontohan atau pilot project untuk pengembangan kawasan wisata.

 

Mangrove adalah tanaman yang tepat untuk didayagunakan sebagai pagar penahan abrasi. Bahkan Mangrove mempunyai peran ganda, yaitu selain menahan laju gelombang juga sebagai ekosistem satwa seperti burung di sekitar pantai yang kini mulai punah. Di samping itu, Mangrove juga berpotensi besar menjadi kawasan wisata alam jika sudah besar dan rindang.

 

Pada kesempatan ini, dilaksanakan pula ground breaking Jabaeco atau Pengelolaan Sampah Terpadu untuk membuat kawasan pantai dan laut yang bersih dari sampah, sehingga lebih enak dipandang, serta bermanfaat untuk menjaga kelestarian biota laut. Dengan demikian, laut sebagai salah satu sumber perekonomian utama Jawa Barat dan juga nasional dapat memberikan manfaat yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Pembangunan pengelolaan sampah ini merupakan hasil kerjasama perusahaan-perusahaan di Jababeka.

 

"Kita ga bisa sendiri, dalam konsep Jabar Masagi. Ada pihak swasta, pemerintah, akademisi, kemudian juga masyarakat. Ini juga kalau misalnya sudah ada pengelolaan sampah, semestinya yang operate dikelola oleh masyarakat, supaya dia (masyarakat) terlibat dalam pengelolaan sampah bukan duduk tenang-tenang diam. Kita kan memfasilitasi sebenarnya," pungkas Demiz.

 

HUMAS JABAR