'Dasi Koboi' Batu Akik Jadi Cenderamata Khas PON dan Peparnas

26 Aug 2015 | 16500 VIEWS
GERBANG INFO JABAR - Cenderamata khas Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX dan Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XV 2016 Jawa Barat segera disiapkan. Para juara akan memperoleh batu akik asal Jabar, mendampingi medali dan cenderamata boneka Surili, maskot pesta olahraga terakbar nasional kali ini.
 
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) yang juga Ketua Umum Panitia Besar (PB) PON XIX dan Peparnas XV 2016 Jabar mengungkapkan jal tersebut saat mengunjungi sentra perajin batu akik di Kabupaten Garut, Jabar, Rabu (26/8). "Batu akik ini bagus juga untuk cenderamata untuk juara satu, dua, dan tiga," katanya.
 
Aher mengatakan melalui cenderamata batu akik dimaksud, ajang PON dan Peparnas menjadi sarana promosi salah satu potensi Jabar. Provinsi ini memang memiliki kekayaan beragam batu akik.
 
Aher mengusulkan batu akik nantinya dibuat menjadi liontin "dasi koboi", yang sebelumnya dijadikan cenderamata bagi para peserta Konferensi Asia Afrika (KAA) 2015 lalu. Liontin diikat dengan tali yang terbuat dari kulit domba.
 
"Sama seperti kemarin, KAA. Itu batu akik dijadikan dasi koboi. Para delegasi menyukainya," paparnya.
 
Heryawan menyatakan potensi batu akik Jabar sangat bagus. Daerah di Jabar yang memiliki kekayaan batu indah ini seperti Garut, Tasikmalaya, Banjar, dan Sukabumi.
 
"Jadi nanti tidak hanya dari Garut saja, tapi juga daerah lainnya di Jabar," tutur Aher.
 
Pengarajin batu akik asal Garut Yudi Nugraha pada kesempatan yang sama mengatakan usulan agar batu akik menjadi cenderamata disampaikan kepada Gubernur Aher beberapa bulan lalu. Sambutan positif Aher disampaikan langsung saat berkunjung. Untuk PON dan Peparnas 2016 diperkirakan membutuhkan 2.500 "dasi koboi".
 
Batu akik yang dipilih, menurut Yudi, berjenis panca warna. Hal ini menjadi simbol filosofi dasar negara yakni Pancasila. "Kita kan negara Pancasila, ada 5 sila. Bhineka Tunggal Ika, walaupun berbeda-beda, tapi tetap dalam satu bangsa," urainya.
 
Yudi mengaku tidak akan memberi harga mahal untuk setiap batu akik yang dipesan darinya. Hal ini pun merupakan wujud kecintaannya terhadap Indonesia dan Jabar, serta bentuk dukungan terhadap PON dan Peparnas 2016.
 
"Saya tidak akan beri harga mahal. Ini untuk menyukseskan hajat kita semua, hajat seluruh warga Jabar dan Indonesia," tandas Yudi.