Aher Resmikan Komunitas Ngariung.id

05 Jun 2017 | 1817 VIEWS

BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meresmikan komunitas Ngariung sekaligus meluncurkan websitenya ngariung.id di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Sabtu (3/6/17). Komunitas ini hadir sebagai bentuk kepedulian semakin pudarnya rasa dan cinta kedaerahan Sunda dari masyarakat, khususnya generasi muda Sunda saat ini.

Ngariung hadir sebagai perantara warga Sunda yang ingin berkontribusi di tatar Sunda dengan warga Sunda penerima manfaat. Aher menyambut baik hadirnya komunitas ini. Dia menilai komunitas ini adalah sebuah gagasan tidak sederhana untuk masa depan Jawa Barat dan Indonesia.

“Ini inisiatif yang bagus, sesama pemuda-pemuda asal Jawa Barat punya kegelisahan yang diejawantahkan dalam bentuk yang positif. Bagaimana anak-anak Jawa Barat agar lebih maju, berperan di berbagai bidang kehidupan,” ujar Aher ditemui usai acara peluncuran.

“Saya kira kalau ngariung (kebersamaan) ini terus dibangun, dikolaborasi lebih lanjut, kemudian ketika bertemu dengan orang Jawa Barat yang sukses diberbagai bidang kehidupan menyatu kesuksesannya, termasuk mampu menumbuhkan donasi untuk memberdayakan masyarakat, ini sangat bagus. Karena pada hari ini banyak orang yang menyendiri (individualisme),” papar Aher dalam sambutan.  

Aher khawatir dengan kondisi saat ini dimana masyarakat dan anak muda terjebak dalam sikap individualisme. Sementara sikap individualisme sulit mendatangkan kebahagiaan meskipun sukses secara materi atau nonmateri. Kesuksesan akan mendatangkan kebahagiaan apabila bisa berbagi, sehingga menimbulkan kesalehan sosial.

Masyarakat Sunda memiliki falsafah silih asah, silih asih, silih asih. Komunitas Ngariung menilai falsafah ini mengajarkan kita untuk saling dukung, saling peduli, dan saling bimbing. Nilai-nilai tersebut masih relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat saat ini. Namun, meningkatnya individualisme di era modern kini mulai mengikis nilai-nilai leluhur tersebut.

Komunitas ini juga menilai saat ini semakin sedikit masyarakat Sunda paham, cinta, dan bangga terhadap identitasnya sebagai orang Sunda. Banyak warga Sunda ingin berkontribusi nyata pada tanah kelahirannya, namun memiliki keterbatasan. Sementara Tanah Sunda memiliki beragam potensi sumber daya alam, seni-budaya, kuliner, bahasa, dan hal lainnya.

Melalui komunitas ini diharapkan masyarakat Sunda bisa lebih mengenal, memahami, dan mencintai identitas mereka sebagai orang Sunda. Dengan begitu akan hadir kontribusi dan inisiatif positif untuk memajukan masyarakat Sunda. Untuk itu, potensi yang dimiliki bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya melihat belum banyak mereka yang menyatakan kebanggaannya terhadap identitas mereka sebagai orang Sunda. Dan sebenarnya banyak orang Sunda di luar sana yang ingin berkontribusi terhadap tanah kelahirannya, namun belum terlihat karena adanya keterbatasan,” ungkap Sri Izzati, salah satu inisiator komunitas Ngariung dalam sambutan.

“Kami menyadari bahwa Tanah Sunda ini sesungguhnya tersembunyi, memiliki beragam potensi yang kalau misalnya kita wujudkan atau kita perjuangkan bisa membawa perubahan yang bisa menuai manfaat untuk orang-orang di sekitarnya,” lanjut Sri.

Ada berbagai kegiatan dalam Ngariung untuk menghimpun kebersamaan diantara warga Sunda di seluruh Jawa Barat dan Indonesia. Seperti Ngariung Inspiratif, yaitu seminar dari berbagai tokoh dan pelopor Sunda untuk menginspirasi masyarakat Sunda agar bergerak dan menjalankan mimpinya. Ada pula Udunan, yaitu kampanye dan penggalangan dana dari masyarakat Sunda untuk membantu menyelesaikan masalah sosial.

Kegiatan lain, yaitu Proyek Sosial berupa pelatihan manajemen dan pelaksanaan proyek oleh anak muda sebagai bentuk kontribusi nyata pada tanah dan masyarakat Sunda. Serta kegiatan Pelatihan, pemberian pelatihan kepemimpinan dan keterampilan bagi orang Sunda untuk menjadi generasi yang kompeten dan berdaya saing.

Selain Sri Izzati, komunitas Ngariung diinisiasi juga oleh Ilman Dzikri, dan Khodijah. Mereka mulai menginisiasi komunitas ini pada 5 Desember 2016. Sebelumnya roadshow juga telah dilakukan di lima kota di Jawa barat sebagai bentuk kampanye dan pengenalan komunitas.

 

HUMAS JABAR