Aher Fokus Tiga Resolusi 2016, Seraya Sempurnakan Penyelenggaraan PON XIX

04 Jan 2016 | 16580 VIEWS

KOTA BANDUNG -- Tiga resolusi utama 2016 Pemerintah Provinsi Jawa Barat adalah mengikis kemiskinan, mengurangi pengganguran, serta melestarikan lingkungan. Ketiganya dinilai menjadi pangkal seluruh kesejahteraan terutama bagi 46 juta rakyat Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya.

Selain itu, perhelatan yang sudah 51 tahun tak digelar di Jawa Barat yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX serta Peparnas XV juga harus gebyar dan menjadi titik balik kebangkitan olahraga Indonesia.

Demikian dikatakan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) ketika ditanya Program Kerja dan Resolusi 2016 di Kota Bandung, Senin (04/01/16).

"Tiga agenda besar tahun 2016 dari program kerja kami adalah menghilangkan kemiskinan, mengurangi pengganguran, dan melestarikan lingkungan. Jika tiga hal ini tak kita atasi, maka pencapaian eksisting dan masa depan kita rusak," katanya.

Data Pusdalisbang Pemprov Jabar, pengganguran mencapai 8,72% dari total usia produktif per Agustus 2015 sementara tingkat kemiskinan sebesar 9,53% atau 4,43 juta orang per Maret 2015.

Menurut Aher, upaya pencapaian tiga target yang efektif dan efisien salahsatunya memberikan akses pendidikan yang baik. Karena itu, mulai tahun 2016 ini akan dilakukan pengalihan aset SMA /SMK dari pemkab dan pemkot se-Jabar ke Pemprov Jabar dalam misi pengambilalihan SMA dan SMK oleh Pemprov Jabar mulai tahun 2017.

"Nanti tidak ada lagi uang muka masuk SMA dan SMK jika tahun 2017 sudah kami ambil alih, ini bentuk perbaikan layanan publik dari kami kepada masyarakat," jelasnya.

Menurut dia, APBD 2016 yang sudah disyahkan sebesar Rp26,7 triliun sangat memungkinkan mencapai seluruh targetan tadi, seraya tetap mengejar sukses penyelenggaran PON XIX dan Peparnas XV.

"Venue PON itu paling banyak dikejar, baik (pemerintah) pusat, kementerian, dan provinsi lain. Mereka ingin memperoleh kepastian sarana dan prasarana olahraga terbaik," jelasnya.

Karena itulah, Pemprov Jabar sudah menerapkan strategi membangun venue baru bagi yang belum ada. Memperbaiki venue yang ada namun rusak atau memperbesar venue yang kecil.

Dengan anggaran Pemprov Jabar hingga Rp2 triliun, pembangunan sarana prasarana sejak 2013 hingga akhir Desember 2015 sudah mencapai 94%.

Tapi sisanya bisa cepat dikebut karena bersifat penyelesaian akhir, yakni selambatnya Juni 2016. Sisa waktu Juli dan Agustus tahun ini akan selesaikan urusan administrasi, sehingga diproyeksikan tidak akan ada komplain substansial ketika PON digelar September 2016.

"Program lainnya akan bersifat rutinan seperti program pembangunan ekonomi pertanian, kemudian infrastruktur monumental seperti Bandara Kertajati, empat ruas tol, hingga Mesjid Provinsi setidaknya di enam titik," katanya.

Tol yang akan selesai tahun ini adalah Pasir Koja dan Soreang pada Agustus 2016. Kemudian Tol Ciawi Sukabumi yang sudah dicanangkan sejak 1997 namun mangkrak padahal terus terjadi kemacetan akut di lokasi tersebut.

"SMS atau twitter ke saya sebutkan, jangan hanya Nagreg saja yang diurus. Sebab, kemacetan ruas Cianjur-Sukabumi-Bogor sudah demikian parah, ini jalur neraka, saya sebagai orang Sukabumi juga merasa harus segera bereskan," katanya.

Di sisi lain, keseimbangan kultural dilakukan dengan dimulainya rencana pembangunan Gedung Kesenian Jabar dalam lahan seluas 100 hektar yang memungkinkan syuting film atau pagelaran kesenian secara leluasa.

HUMAS PEMPROV JABAR