Aher: Air Adalah Kehidupan

28 Apr 2017 | 2307 VIEWS

SUMEDANG KAB. -- Hari Air Sedunia, atau 'World Water Day', dimulai dari Sidang Umum PBB ke-47 yang berlangsung pada tanggal 22 Desember 1992 di Brazil. Pada saat itu, keluarlah Resolusi Nomor 147/1993 yang menetapkan pelaksanaan peringatan Hari Air se-Dunia setiap tanggal 22 Maret dan mulai diperingati pertama kali pada tahun 1994. Salah satu agenda besar PBB adalah memastikan setiap orang di seluruh dunia untuk mendapatkan akses terhadap air bersih.

 

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), menganggap Hari Air Dunia sebagai pengingat bahwa air menjadi hal yang harus disyukuri sebagai salah satu anugerah Tuhan yang tidak ternilai harganya.  Air menjadi sumber kehidupan untuk dimanfaatkan pada berbagai kebutuhan hidup seperti minum, mandi, mencuci, dan keperluan lainnya.

 

"Kita ingin Hari Air Sedunia ini menjadi momentum bagi masyarakat Jawa Barat khususnya termasuk masyarakat Indonesia dan Dunia untuk memperhatikan, memelihara, melestarikan air, kita jaga baik kuantitasnya maupun kualitasnya," kata Gubernur Ahmad Heryawan, pada Puncak Peringatan Hari Air Dunia ke XXV tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017, di Kawasan Waduk Jatigede Sumedang, Kamis (27/04/2017).

 

"Air sangat penting, karena air adalah kehidupan, tidak mungkin ada kehidupan tanpa air. Oleh karena itulah mari kita jaga air dengan baik mulai dari hulu sampai dengan hilir," sambungnya.

 

Maka kata Aher, perlu dibangun budaya yang baik terhadap air, budaya baik yang diimplementasikan masyarakat dengan memelihara kebersihan air sejak air mengalir dari Hulu hingga ke hilir.

 

Selain itu, Aher juga mengungkapkan keprihatinannya atas prilaku masyarakat yang belum memiliki kesadaran menjaga kelestarian lingkungan, khususnya air, hal tersebut terlihat dengan masih maraknya pencemaran air oleh sampah, limbah ternak, limbah rumah tangga, maupun limbah industri yang terjadi di sejumlah anak sungai di Jawa Barat.

 

Seperti contohnya yang terjadi di Sungai Citarum, Aher menuturkan kotornya Citarum terjadi akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian air.

 

Namun disamping itu Aher berharap dengan berbagai program pelestarian air di Jabar, Mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya air untuk terus di jaga.

 

"Kita kembangkan gerakan lima tidak, Tidak menebang pohon, Tidak membuang limbah ternak, tidak membuang limbah rumah tangga, tidak membuang limbah industri, dan tidak membuang limbah apapun," papar Aher.

 

 

Aher Sebar Lima Juta Benih Ikan

 

Adapun pada kegiatan peringatan Hari Air tersebut, Gubernur Aher yang didampingi Ketua TP PKK Jabar Netty Prrasetyani Heryawan, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Nana Nasuha Djuhri, Bupati Sumedang Eka Setiawan menebar sebanyak kurang lebih lima jutaan ekor ikan ke waduk Jatigede.

 

"Hari ini ada lima juta benih ikan yang kita tebar, ikan ini akan jadi sumber protein yang memadai dan cukup untuk masyarakat," kata Aher.

 

Aher mengaku dirinya ingin Jatigede bermanfaat bukan hanya untuk irigasi  pertanian saja. Namun Jatigede menurutnya juga punya potensi lain seperti bidang perikanan serta pariwisata.

 

Tidak lupa, Gubernur pun mengimbau masyarakat untuk mengambil ikan yang sudah layak untuk 'dipanen', atau yang berukuran besar saja. "Ambil ikannya yang ukuran besar, yang kecil biar hidup dulu," ujarnya.

 

Aher juga menyebutkan bahwa gerakan menebar benih ikan memang tengah digalakan Pemprov Jabar. Tahun 2016 lalu, Pemprov pum telah menebar benih ikan sebanyak 12 juta ke berbagai sungai dan waduk yang ada di wilayah Jawa Barat.

 

Selain menebar benih ikan, pada kesempatan tersebut Gubernur juga menanam pohon di lingkungan Waduk Jatigede. Aher berharap lingkungan sekitar Jatigede bisa asri dan lestari.

 

HUMAS JABAR